wanita hamil 6,5%,umur 45-49 (tidak hamil) 6 % wanita hamil 11,1 %, Target Wanita usia subur KEK 2019 yaitu sebesar 18,2 %.5 Pada wilayah Sumatera barat tahun 2019 jumlah ibu hamil KEK sebesar 8,1% dan Kabupaten Pasaman 12,5%.(7) Salah satu atau beberapa ciri-ciri ibu hamil risiko KEK yaitu Tinggi badan (TB)
Ibu hamil dengan status gizi buruk atau mengalami KEK (Kurang Energi Kronis) cenderung melahirkan bayi BBLR dan dihadapkan pada risiko kematian yang lebih besar dibanding dengan bayi yang
Ibu hamil yang menderita kekurangan energi kronis berisiko tinggi untuk mengalami preeklampsia. Selain preeklampsia, komplikasi kehamilan lainnya yang juga mengintai ibu hamil dengan KEK adalah perdarahan vagina, hipertensi, diabetes gestasional, dan ketuban pecah dini.
Kabupaten Ciamis ibu hamil kurang energi kronis sebesar 18,2% (Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, 2016). Pada tahun 2017 kejadian KEK di Puskesmas Rajadesa sebanyak 102 kasus dari 1031 orang ibu hamil dan angka kejadian kasus BBLR pada tahun 2017 di Puskesmas Rajadesa sebanyak 52 kasus (Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, 2017)2.
Metode penelitian adalah observasional analitik untuk mengetahui adanya hubungan dengan pendekatan penelitian Retropektif Study. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu hamil yang sudah melahirkan pada tahun 2020 di Puskesmas Bongo II yaitu 97 kasus KEK 73 kasus Tidak KEK.
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Kondisi KEK pada ibu hamil ini harus segera ditindaklanjuti untuk menurunkan angka kejadian BBLR sehingga risiko kematian bayi atau neonatal yang disebabkan BBLR dapat diturunkan (Kemenkes, 2017). Di Indonesia batas ambang LILA dengan risiko KEK adalah 23,5 cm hal ini berarti ibu hamil dengan risiko KEK
jiE7.
contoh kasus ibu hamil dengan kek